Pages

Labels

Tentang IPM Trenggalek

Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia

Minggu, 02 September 2012

IPM Garap Film Nilai Tanpa Angka

Kiblat Yogyakarta - Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bertekad akan terus menggarap film pendidikan.  Meski dana minim, IPM berupaya dapat memproduksinya menjadi sebuah karya. Film yang mengangkat tema pendidikan ini adalah sebuah upaya pergerakan mengembalikan nilai-nilai dalam dunia pendidikan yang telah terlupakan.
Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ari Nurrohman menyatakan bahwa film “Nilai Tanpa Angka” yang berkisah tentang kehidupan seorang pelajar itu, merupakan penggambaran dari

Gerakan SMS Untuk Film Nilai Tanpa Angka

Jakarta – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PPIPM) saat ini tengah memproduksi Film tentang pendidikan. Sebuah film yang bercerita tentang upaya perjuangan seorang pelajar yang ingin kembali menanamkan nilai-nilai kejujuran dan sebuah keyakinan. Keyakinan akan cinta, kejujuran, kasih sayang, dan keyakinan akan pendidikan bangsa ini akan lebih baik. Film yang masih dalam proses shooting ini membutuhkan dukungan sejuta SMS pelajar Muhammadiyah Se-Indonesia, agar film ini menembus rekor Muri, sebagai film pelajar yang didukung oleh dari dan untuk pelajar.

Milad IPM ke 51 Move ON

Jakarta – Sejak kelahirannya 51 tahun yang lalu, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sudah membuat berbagai macam karya-karya besar. Diantaranya pernah dua kali memperoleh penghargaan sebagai OKP terbaik Nasional tahun 2006 dan 2011. Serta mewakili Indonesia di ajang ASEAN TAYO.  Hasil karya berupa buku-buku tulisan karya alumni IPM yang sempat dipublish setahun yang lalu di Jakarta. Di Miladnya yang ke 51 kali ini yang akan berlangsung tanggal 18 Juli 2012 nanti, PP IPM menggelar malam Milad IPM dengan tema “Time To Move On” yang kembali digelar di Jakarta.
Surabaya - Berawal kotor dan becek lantai masjid sekolah oleh air wudhu, 2 siswa SD Muhammadiyah Manyar ini mempunyai ide unik. Mereka menciptakan alat yang berguna mengeringkan kaki. Kaki bersih dan kering, lantai masjid pun bebas dari becek dan kotor.

Dua siswa berbakat itu adalah Balqis Nabilah Yeni Kusumawati dan Muhammad Rafly Rahardian. Alat yang mereka ciptakan mereka beri nama Faster Drying Feet (pengering kaki cepat). Uniknya, alat sederhana ini sebagian besar dibuat dari barang-barang yang sudah tak digunakan lagi.
 

Blogger news

Blogroll

About